Ruwet? Dukunin Aja!
Kisah Kyai Pamungkas

Kisah Kyai Pamungkas: 5 HARI DIGONDOL GENDERUWO

Kisah Kyai Pamungkas:

5 HARI DIGONDOL GENDERUWO

Siapa sangka, kalau suami Siti Alimah, 24 tahun, ini akan punya pengalaman gaib seperti itu. Mulanya, Joko Mulyono, karyawan pabrik PT. Potras di kawasan Terboyo Megah Semarang pamit kerja. Dia berangkat naik sepeda motor yang sehari-hari ia gunakan. Tidak ada pertanda apa-apa ketika warga Tambakmulyo, Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang, ini akan berangkat. Semua berjalan seperti biasa. Selain membawa surat perlengkapan motor, Joko juga membawa nasi untuk makan siang di pabrik dan uang Rp. 20 ribu.

Namun yang terjadi, hingga sore hari pukul 17.00, Joko, 27 tahun, tak juga pulang. Tentu saja, hal itu membuat Siti Alimah, istrinya serta Kimin dan Sulaidah, kedua orang tuanya tidak tenang. Sebab, biasanya pukul 16.00 Joko sudah tiba di rumah. Joko adalah orang yang taat dengan peraturan, ia tidak pernah nglantur ke sana sini jika tidak perlu sekali. Ia juga selalu cerita pada istrinya jika harus pulang terlambat.

Lalu, mereka mencari Joko ke berbagai tempat, termasuk di rumah saudara dan teman-temannya yang tak jauh dari kampung mereka. Namun Joko tidak juga ditemukan. Kecemasan sedikit berkurang manakala istrinya mengatakan Joko sebenarnya masuk sore, mungkin dia sedikit lembur. “Sebetulnya hari itu Joko masuk sore. Namun karena malamnya ada acara tahlilan di rumah, maka dia masuk pagi. Dia ijolan (bertukar masuk) dengan temannya,” kata Siti Alimah, istrinya.

Tapi yang ditunggu-tunggu itu hingga Rabu sore belum juga kembali. Pada saat kebingungan inilah, tiba-tiba datang 3 orang polisi dari Polsek Dempet, Demak ke rumah Kimin. Polisi itu langsung menunjukkan KTP dan SIM anaknya. Tentu saja, Kimin langsung menanyakan keberadaan anaknya itu. Namun polisi itu tidak bisa menunjukkannya, mereka pun sedang mencari pemilik identitas tersebut.

Menurut keterangan polisi, KTP dan SIM itu ditemukan bersama sepeda motornya, jaket dan helm korban di pinggir tanggul tengah sawah di desa Kramat kecamatan Dempet, Demak oleh warga setempat, Rabu pagi sekitar pukul 05.00. Motor itu tergeletak di tengah sawah yang jaraknya sekitar 2 km dari jalan raya. Motor itu tidak ada yang rusak, hanya saja slebor depannya tergores. Sedang nasi yang dibawa Joko dari rumah juga masih ada.

Begitu mendapat informasi demikian, Kimin ditemani Nurcholis, ketua RT setempat dan Sunaji, kakaknya Kimin, langsung datang ke Polsek Dempet untuk melihat motor anaknya. Ternyata motor tersebut benar-benar kepunyaan Joko. Tentu saja perasaan Kimin kian tak menentu, anak kesayangannya itu belum ketahuan bagaimana nasibnya. Seribu pikiran buruk, berkecamuk di benak Kimin.

Kecemasan serupa Kimin ternyata juga dialami ibu Joko dan keluarga yang lain di rumahnya. Mereka sangat khawatir kalau anaknya dibunuh orang lalu jenazahnya dibuang begitu saja. Mereka terus mencari, diantaranya dengan bertanya ke saudaranya, ke paranormal dan pada semua kenalan Joko. Bahkan juga mengundang para tetangga untuk diajak doa bersama. Namun, lelaki yang berbadan kurus, berkulit hitam itu belum juga diperoteh kabar beritanya.

Setelah lima hari, akhirnya usaha pencarian yang tak kenal lelah itu membuahkan hasil. Sabtu pukul 17.00 Joko Mulyono ditemukan di tanggul irigasi daerah Babalan Undaan Kudus. Saat itu dia sedang duduk melamun di tanggul irigasi melihat sejumlah anak-anak sedang mandi. Joko ditemukan dalam keadaan linglung. Wajahnya terlihat pucat, lemas, dan pakaiannya lusuh. Namun demikian sandal yang dipakainya tidak rusak. Tentu saja, berita ditemukannya Joko ini disambut gembira. Warga Tambak Lorok bersuka cita menyambut kedatangan Joko Mulyono yang telah hilang selama 5 hari.

Pukul 14.00, dirinya bersama dengan Sunaji, Dulrohim, Abdul Wakhid, Muksin dan Mukhlis (sopir), berangkat mencari Joko dengan naik mobil. Sebelum mencarinya, rombongan itu terlebih dulu menuju Mayong Jepara untuk menemui seorang Kyai bernama Imron. Tentu tujuannya adalah untuk meminta petunjuk. Dari keterangan Kyai Imron diperoleh informasi kalau Joko masih hidup. Joko berada di arah Timur Laut dari Dempet (tempat motornya ditemukan). Berdasarkan petunjuk itu, rombongan Nurcholis langsung mencoba berjalan ke tempat yang dikatakan wong pinter itu. Setelah sampai di daerah Undaan Kudus, secara tidak sengaja tiba-tiba mereka melihat Joko sedang duduk di tanggul irigasi yang tak jauh dari jalan raya. Joko sedang termenung memandang aliran air dan persawahan. Tampang Joko seperti orang stress, linglung atau mungkin juga mirip orang gila.

Seketika, mobil langsung dihentikan dan rombongan turun. Setengah mengendap rombongan terus mendekati Joko, takut salah lihat dan salah tangkap. Setelah mendekat dan itu benar adalah Joko, ia langsung digandeng. Tanpa banyak pertanyaan, Joko dimasukkan ke dalam mobil. “Saya kira dia akan lari. Khawatir kalau lari, Mukhlis sudah bersiap-siap dengan borgol. Karena tidak lari, ya borgol itu tidak jadi dipakai. Joko malah seperti orang linglung, tidak bertanya, komentar atau apapun. la ikut saja waktu kami gandeng,” kenangnya.

Dari tempat itu, Joko langsung diajak ke Polsek Dempet untuk melaporkan peristiwa penemuan ini. Setelah dari Polsek, baru Joko diajak pulang ke rumahnya. Di perjalanan Nurcholis sebagai ketua rombongan mulai mengajak Joko bicara. Tapi ja hanya diam dan sesekali manggut-manggut. “Mukanya terlihat pucat dan lemas. Dia seperti orang bingung dan linglung. Ketika ditanya, bicaranya hanya sedikit-sedikit dan tidak semua pertanyaan dijawabnya,” jelas Nurcholis.

Sekitar pukul 20.00 rombongan itu tiba di rumah. Begitu turun dari mobil, Joko langsung disambut oleh puluhan orang. Ia diajak masuk rumah dan dimandikan lalu disuruh istirahat di kamar. Dia tidak boleh ditemui oleh siapapun. Sementara di tengah rumah bubur merah putih telah disiapkan beserta rombongan pengajian. Hal ini dilakukan dengan maksud agar Joko selamat dari berbagai gangguan gaib.

Siti Alimah menuturkan, kejadian yang dialami oleh suaminya sungguh aneh. Mungkin saja dia memang digondol oleh makhluk halus sejenis jin atau gederuwo atau yang lainnya. Sebab meski melakukan perjalanan jauh dan menghilang selama lima hari, kakinya tidak lecet sama sekali dan sandalnya juga masih bagus. Selain itu saat ditemukan, Joko tak menyadari di mana ia berada, pikirannya kosong. “Ini benar-benar aneh. Dan uang Rp. 20 ribu yang dibawa juga hanya berkurang Rp. 2.500,” ungkapnya senang.

Bagi Joko, pengembaraannya selama 5 hari bersama makhluk halus itu memang pengalaman pertama. Sebelumnya ia memang sering mendengar orang yang diculik makhluk halus, tapi ia tak membayangkan itu akan menimpa dirinya. Semuanya berjalan diluar kemampuan akalnya, kepergiannya itu bukan kehendaknya. Ada seseorang yang telah mengajaknya, namun yang mengajak itu bukan manusia. “Saya tidak tahu namanya. Saya baru kali itu bertemu. Makhluk itu tubuhnya tinggi, hitam, dan wajahnya menakutkan,” katanya.

Diceritakan Joko, sepulang dari pabrik ia diajak berjalan oleh seseorang berwajah menakutkan. Tak tahu pasti ke mana arah dan tujuan perjalanan itu, Joko hanya merasakan dunia ini benar-benar gelap tanpa cahaya. “Saya tidak tahu lagi apa yang terjadi. Dunia ini benar-benar gelap,” kata Joko.

Joko memang tidak ingat dengan apa yang dialaminya. Namun menurut warga desa Kramat kecamatan Dempet Demak, Selasa malam itu, Joko terlihat melintas di jalan desa tersebut naik motor dengan kecepatan tinggi. Anehnya, tak hanya sekali dia melewati jalan itu, dia berjalan wira-wiri lalu menuju sebuah tempat yang dikenal wingit. Dan, keesokan harinya, motor miliknya ditemukan tergeletak di pinggir tanggul, sedangkan Joko tidak diketahui rimbanya. “Saya tidak tahu itu semua,” katanya singkat. Namun Joko hanya ingat, waktu itu dia sempat bertemu dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, orang itu langsung menyodorkan selembar kertas. Seketika itu juga, tanpa melihat isinya, kertas tersebut langsung dimasukkan ke kantong sakunya. Setelah itu, Joko mengaku tidak ingat lagi dengan apa yang terjadi. Dia baru saja ingat setelah dipanggil oleh pak Kimin.

Begitu bertemu dengan rombongan yang mencarinya, Joko kemudian dimasukkan ke mobil. Saat di mobil inilah, Joko teringat dengan selembar kertas yang ada di sakunya. Buru-buru dia mengambilnya. Ternyata selembar kertas itu adalah surat perjalanan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Prawoto kecamatan Sukolilo kabupaten Pati yang ditandatangani oleh H. Abdul Mufid, Lurah Desa setempat. Surat itu bernomor kode desa 33480/0002, dengan nomor surat 475/PWT/06/VII/2003 tertanggal Kamis 17-7-2003.

Disebutkan di dalam surat itu, kalau Joko terlantar dan kehilangan SIM dan KTP dalam perjalanan dari Klambu kabupaten Grobogan hingga desa Prawoto Sukolilo Pati. Tentu saja, ini menimbulkan keanehan. Pasalnya, pada malam Selasa, Joko masih berada di Dempet Demak, tapi hari Kamis sudah berada di Sukolilo Pati dan Sabtu sore Joko ditemukan di Undaan Kudus. Dengan demikian, dalam lima hari itu Joko melakukan perjalanan panjang, bahkan bisa mencapai 50-60 Km. Namun anehnya sandal yang dipakainya tidak rusak sama sekali.

Mustofa Anwar, 38 tahun, Lurah Kramat, menuturkan, sekitar 100 meter dari tempat ditemukannya motor korban memang dikenal sebagai daerah yang angker dan wingit. Tempat yang dimaksud berupa gerumbulan semak di pinggir kali pembuangan yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon Mindik. “Kewingitan tempat itu sudah saya dengar sejak zaman dulu. Orang-orang tua percaya akan hal itu,” kata Mustofa.

Itu dibuktikan dengan banyaknya warga desa Kramat yang sering diweruhi wujud hantu di sekitar lokasi tersebut. Warga yang kebetulan melintas di sana sering diweruhi lelembut dalam bentuk lelaki maupun perempuan, walau hanya sekelebat saja.

Penampakan itu sering terjadi pada saat matahari akan terbenam atau masuk waktu maghrib. Dikatakan Mustofa, Selasa malam (sebelum penemuan sepeda motor itu), seorang warga setempat yang bernama Ali Rukhan, 26 tahun, sempat melihat orang itu (Joko) dengan naik motor hendak masuk ke desa Kramat. Namun entah mengapa dia berbalik arah dan malah membelok ke arah Selatan menuju ke tempat wingit itu. Bahkan Joko sempat berputar-putar di sekitar desa tanpa ada tujuan pasti. “Dia seperti terkena oyot rimang (kesurupan). Dia baru berhenti, setelah motornya jatuh di tanggul tengah sawah. Setelah itu, korban hilang entah kemana,” tambahnya.

Sepeda motor itu pertama kali ditemukan oleh Ali Rukhan, hari Rabu sekitar pukul 04.30. Waktu itu Ali akan pergi ke sawah, tanpa sengaja dia menemukan sepeda motor itu tergeletak di tanggul. Lalu penemuan motor itu disampaikan ke warga lain hingga akhirnya sampai ke kelurahan. Lantas, hal itu disampaikan ke Polsek Dempet. Kapolsek Dempet IPTU Soepriyanto mengatakan bahwa penemuan tersebut merupakan kerjasama yang bagus antara pihak desa dengan kepolisian. “Coba kalau sepeda motor tersebut ditemukan di tempat lain, belum tentu akan kembali lagi ke pemiliknya seperti sekarang. Bisa jadi sepeda motor tersebut malah hilang,” katanya.

Ditambahkan Ali Rukhan, sejak puluhan tahun lalu, tak seorang pun berani macam-macam di area keramat itu. Bahkan orang-orang pintar sekalipun tak berani untuk mengganggu tempat keramat di pinggir sungai itu. Kata orang tua dulu, tempat keramat itu dihuni genderuwo yang memiliki kesaktian sangat tinggi. Bukan cuma itu genderuwo itu juga tak segan-segan mengganggu manusia yang berani melewati tempatnya tanpa permisi. “Sepertinya anak muda itu memang disesatkan oleh genderuwo penguasa Desa Kramat,” tutur Ali Rukhan. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia

KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL (JASA SOLUSI PROBLEM HIDUP) Diantaranya: Asmara, Rumah Tangga, Aura, Pemikat, Karir, Bersih Diri, Pagar Diri, dll.

Kami TIDAK MELAYANI hal yg bertentangan dengan hukum di Indonesia. Misalnya: Pesugihan, Bank Gaib, Uang Gaib, Pindah Janin/Aborsi, Judi/Togel, Santet/Mencelakakan Orang, dll. (Bila melayani hal di atas = PALSU!)

NAMA DI KTP: Pamungkas (Boleh minta difoto/videokan KTP. Tidak bisa menunjukkan = PALSU!)

NO. TLP/WA: 0857-4646-8080 & 0812-1314-5001
(Selain 2 nomor di atas = PALSU!)

WEBSITE: dukuninaja.com
(Selain web di atas = PALSU!)

NAMA DI REKENING/WESTERN UNION: Pamungkas/Niswatin/Debi
(Selain 3 nama di atas = PALSU!)

ALAMAT PRAKTEK: Jl. Raya Condet, Gg Kweni No.31, RT.01/RW.03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
(Tidak buka cabang, selain alamat di atas = PALSU!)


Related posts

Kisah Kyai Pamungkas: Tuyul Gentayangan di Kisaran

admin

Kisah Kyai Pamungkas: PESUGIHAN ULAT KECUBUNG

admin

Kisah Kyai Pamungkas: PESUGIHAN BARERONG

admin

Leave a Comment

error: Content is protected !!